<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rancang Bangun Mechanical</title>
	<atom:link href="http://brickriver.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://brickriver.wordpress.com</link>
	<description>Engineer are humanist</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Jun 2011 04:48:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='brickriver.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rancang Bangun Mechanical</title>
		<link>http://brickriver.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://brickriver.wordpress.com/osd.xml" title="Rancang Bangun Mechanical" />
	<atom:link rel='hub' href='http://brickriver.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Melihat Project dari Kacamata Vendor</title>
		<link>http://brickriver.wordpress.com/2010/06/04/melihat-project-dari-kacamata-vendor-2/</link>
		<comments>http://brickriver.wordpress.com/2010/06/04/melihat-project-dari-kacamata-vendor-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 01:10:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>UQ</dc:creator>
				<category><![CDATA[EPC Works]]></category>
		<category><![CDATA[equipment]]></category>
		<category><![CDATA[supplier]]></category>
		<category><![CDATA[tender]]></category>
		<category><![CDATA[vendor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://brickriver.wordpress.com/2010/06/04/melihat-project-dari-kacamata-vendor-2/</guid>
		<description><![CDATA[Selamat pagi!! Kalimat yang sering dikatakan untuk memulai suatu hari dengan keoptimisan, seiring keoptimisan saya utk bisa menulis lagi dalam blog ini. Maaf beribu maaf karena dengan berapi api saya mensharekan pengalaman tentang pekerjan sebagai mekanikal engineer di suatu perusahaan &#8230; <a href="http://brickriver.wordpress.com/2010/06/04/melihat-project-dari-kacamata-vendor-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brickriver.wordpress.com&amp;blog=5213473&amp;post=40&amp;subd=brickriver&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat pagi!!</p>
<p>Kalimat yang sering dikatakan untuk memulai suatu hari dengan keoptimisan, seiring keoptimisan saya utk bisa menulis lagi dalam blog ini.</p>
<p>Maaf beribu maaf karena dengan berapi api saya mensharekan pengalaman tentang pekerjan sebagai mekanikal engineer di suatu perusahaan EPC yang cukup besar untuk skala nasional. Tetapi oleh karena suatu hal saya harus meninggalkan itu semua (baca:EPC company) walaupun sekarang saya masih saja bergelayut dengan EPC dan proyek dan mekanikal tentunya. Intinya saya sakarang melihat rancang bangun sebagai sesuatu yang saya lihat dari kacamata yang agak berbeda</p>
<p>Ya, saya bekerja di sebuah perusahaan supplier equipment2 industri sekarang, sebagai rekanan atau vendor para EPC company maupun project owner company. </p>
<p>Project dimata vendor atau supplier tak jauh bedanya dengan EPC atau kontraktor memandangnya. Hanya bedanya jika vendor mendapatkan proyek dari EPC company, dan EPC company pada proyek owner atau company. Jadi sebenarnya bisa dikatakan vendor adalah kontraktor juga menurut EPC company, dan sebaliknya EPC company sebagai vendor project owner company. Walaupun sebenarnya untuk suplier ikut dalam proyek di owner bisa bisa saja,tidak melulu lewat EPC company.</p>
<p>Dan jika diamati terkadang pun vendor supplier yg memiliki source engineering sekarang juga bermain di core EPC. Yah..namanya juga bisnis, kompetisi harus dilakukan demi ngepulnya dapur perusahan tsb.</p>
<p>Jadi proyek adalah proyek, entah di tangan supplier atau EPC. Intinya adalah si pemilik proyek, atau owner.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brickriver.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brickriver.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brickriver.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brickriver.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/brickriver.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/brickriver.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/brickriver.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/brickriver.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brickriver.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brickriver.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brickriver.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brickriver.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brickriver.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brickriver.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brickriver.wordpress.com&amp;blog=5213473&amp;post=40&amp;subd=brickriver&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brickriver.wordpress.com/2010/06/04/melihat-project-dari-kacamata-vendor-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3f0aaff2efea1be4f05859e56409d35d?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">brickriver</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melihat Project dari Kacamata Vendor</title>
		<link>http://brickriver.wordpress.com/2010/06/04/melihat-project-dari-kacamata-vendor/</link>
		<comments>http://brickriver.wordpress.com/2010/06/04/melihat-project-dari-kacamata-vendor/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 01:01:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>UQ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[equipment]]></category>
		<category><![CDATA[supplier]]></category>
		<category><![CDATA[tender]]></category>
		<category><![CDATA[vendor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://brickriver.wordpress.com/2010/06/04/melihat-project-dari-kacamata-vendor/</guid>
		<description><![CDATA[Selamat pagi!! Kalimat yang sering dikatakan untuk memulai suatu hari dengan keoptimisan, seiring keoptimisan saya utk bisa menulis lagi dalam blog ini. Maaf beribu maaf karena dengan berapi api saya mensharekan pengalaman tentang pekerjan sebagai mekanikal engineer di suatu perusahaan &#8230; <a href="http://brickriver.wordpress.com/2010/06/04/melihat-project-dari-kacamata-vendor/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brickriver.wordpress.com&amp;blog=5213473&amp;post=39&amp;subd=brickriver&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat pagi!!</p>
<p>Kalimat yang sering dikatakan untuk memulai suatu hari dengan keoptimisan, seiring keoptimisan saya utk bisa menulis lagi dalam blog ini.</p>
<p>Maaf beribu maaf karena dengan berapi api saya mensharekan pengalaman tentang pekerjan sebagai mekanikal engineer di suatu perusahaan EPC yang cukup besar untuk skala nasional. Tetapi oleh karena suatu hal saya harus meninggalkan itu semua (baca:EPC company) walaupun sekarang saya masih saja bergelayut dengan EPC dan proyek dan mekanikal tentunya. Intinya saya sakarang melihat rancang bangun sebagai sesuatu yang saya lihat dari kacamata yang agak berbeda</p>
<p>Ya, saya bekerja di sebuah perusahaan supplier equipment2 industri sekarang, sebagai rekanan atau vendor para EPC company maupun project owner company. </p>
<p>Project dimata vendor atau supplier tak jauh bedanya dengan EPC atau kontraktor memandangnya. Hanya bedanya jika vendor mendapatkan proyek dari EPC company, dan EPC company pada proyek owner atau company. Jadi sebenarnya bisa dikatakan vendor adalah kontraktor juga menurut EPC company, dan sebaliknya EPC company sebagai vendor project owner company. Walaupun sebenarnya untuk suplier ikut dalam proyek di owner bisa bisa saja,tidak melulu lewat EPC company.</p>
<p>Dan jika diamati terkadang pun vendor supplier yg memiliki source engineering sekarang juga bermain di core EPC. Yah..namanya juga bisnis, kompetisi harus dilakukan demi ngepulnya dapur perusahan tsb.</p>
<p>Jadi proyek adalah proyek, entah di tangan supplier atau EPC. Intinya adalah si pemilik proyek, atau owner.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brickriver.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brickriver.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brickriver.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brickriver.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/brickriver.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/brickriver.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/brickriver.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/brickriver.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brickriver.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brickriver.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brickriver.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brickriver.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brickriver.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brickriver.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brickriver.wordpress.com&amp;blog=5213473&amp;post=39&amp;subd=brickriver&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brickriver.wordpress.com/2010/06/04/melihat-project-dari-kacamata-vendor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3f0aaff2efea1be4f05859e56409d35d?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">brickriver</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kerja sama atau sama sama kerja?</title>
		<link>http://brickriver.wordpress.com/2008/10/27/kerja-sama-atau-sama-sama-kerja/</link>
		<comments>http://brickriver.wordpress.com/2008/10/27/kerja-sama-atau-sama-sama-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 15:41:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>UQ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Walk in Works]]></category>
		<category><![CDATA[kerjasama]]></category>
		<category><![CDATA[teamwork]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brickriver.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Seorang sahabat memberikan saya sebuah artikel menarik yang mungkin juga menarik untuk disimak oleh brickriverer thanks for the lesson dude!!! Mengasah Kecakapan Bekerja dengan Team Oleh : Ubaydillah, AN Bekerja sama dan Sama-sama Kerja Para ahli yang diilahami oleh perkembangan &#8230; <a href="http://brickriver.wordpress.com/2008/10/27/kerja-sama-atau-sama-sama-kerja/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brickriver.wordpress.com&amp;blog=5213473&amp;post=30&amp;subd=brickriver&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang sahabat memberikan saya sebuah artikel menarik yang mungkin juga menarik untuk disimak oleh brickriverer thanks for the lesson dude!!!</p>
<p>Mengasah Kecakapan Bekerja dengan Team<br />
Oleh : Ubaydillah, AN</p>
<p>Bekerja sama dan Sama-sama Kerja</p>
<p>Para ahli yang diilahami oleh perkembangan fakta-fakta di dunia kerja berkesimpulan bahwa sekarang ini adalah era kejayaan tim. Maksudnya, tidak ada orang yang bisa jaya atau minimalnya survive dengan bekerja sendirian.<br />
Lebih-lebih lagi kalau dikaitkan dengan prediksi para ahli tentang tren emploiment ke depan. Untuk orang yang punya skill di bidangnya dengan skala menengah ke atas, tren yang akan berlaku adalah &#8220;agreement&#8221;, bukan &#8220;employment&#8221;.</p>
<p><span id="more-30"></span>Agreement di situ maksudnya adalah model ikatan kerja yang kita jalankan berupa kesepakatan yang telah kita buat dengan penyedia pekerjaan atau pemilik peluang, misalnya perusahaan atau pengusaha. Pada kondisi ini, kecakapan dalam bekerjasama dengan tim menjadi kunci. Ini berbeda dengan employment. Ikatan kerja yang harus kita jalankan adalah hubungan ke-karyawan- an.</p>
<p>Bekerja dengan team itu identik dengan bekerjasama, bukan sama-sama kerja.<br />
Bekerjasama artinya seluruh yang kita lakukan  memiliki hubungan, yang oleh Covey, disebut kesalingbergantungan, sinergy. Kekuatan kita akan berpengaruh dan dipengaruhi pada kekuatan lain. Ini agak berbeda dengan sama-sama kerja. Bisa dibilang kita masa bodoh dengan orang lain. Pokoknya kita kerja menurut aturan kita dan orang lain juga begitu. Itulah sama-sama kerja.</p>
<p>Pada tataran pengetahuan atau wawasan (level kognitif), semua orang sudah tahu betapa pentingnya kecakapan bekerja dengan team itu. Cuma, yang menjadi masalah adalah prakteknya. Beberapa komentar mengatakan bahwa kita ini, bangsa Indonesia, umumnya punya kelemahan fatal dalam hal bekerja dengan team. Komentar ini memang tidak seluruhnya benar. Tapi juga tidak bisa dibilang semuanya salah.</p>
<p>Indikator abstraktif yang bisa kita jumpai itu antara lain misalnya:<br />
sebagian kita itu tidak bisa dipimpin, tetapi diminta menjadi pemimpin juga belum mampu. Padahal, idealnya adalah, kalau kita belum mampu memimpin, kita harus siap untuk dipimpin. Lagi, sebagian kita masih belum terlatih berkomunikasi secara asertif atau dialogis. Yang sering terjadi adalah perdebatan atau model komunikasi yang pasif-submisif (tak punya pendirian yang jelas), atau aktif-agresif (cenderung memaksakan kehendak). Dan lagi, sebagian kita kalau konflik biasanya mengarah kepada orangnya, bukan ke persoalannya. Konflik yang mengarah pada orang itu biasanya berlangsung lama dan terkadang membuat kita bisa kehilangan perspektif yang sehat tentang seseorang. Perspektif yang demikian ini sangat berpotensi melahirkan konflik yang tidak produktif.</p>
<p>Kalau menelah temuan-temuan mutakhir di dunia kerja, fakta-fakta di atas ternyata tidak saja dialami oleh bangsa kita. Bangsa-bangsa lain di duniapun punya persoalan yang sama. Bahkan kalau membaca laporan sebuah lembaga di Amerika tentang angkatan kerja baru, ternyata ini juga menjadi persoalan mereka (&#8220;Are They Really Ready To Work&#8221;, The Conference Board, Inc: 2006).<br />
Angkatan kerja baru di sana punya masalah antara lain: skill / kompetensi, profesionalisme / etika kerja, komunikasi (lisan &amp; tulisan), berpikir kritis/ problem solving, dan kerjasama kelompok / teamwork.</p>
<p>Skala Kecakapan Ber-team</p>
<p>Kalau menelaah teori-teori kompetensi, bekerja dengan team itu termasuk kompetensi. Salah satu unsur pokok dalam kompetensi adalah adanya skala yang mengukur kemampuan seseorang. Artinya, kemampuan / kecakapan seseorang di bidang ini memang berbeda-beda skalanya. Ada yang masih punya skala rendah, ada yang sudah menengah, dan ada yang sudah mencapai level tinggi.</p>
<p>Sekedar sebagai gambaran, di bawah ini bisa kita baca penjelasan yang dapat kita gunakan sebagai acuan untuk mengukur kecakapan-diri:</p>
<p>Skala Keterangan<br />
-1 Kita tidak kooperatif atau selalu menggeluarkan protes / interupsi yang mengganggu.<br />
0 Kita netral dan pasif, tidak berpartisipasi dan tidak pula merasa sebagai anggota team<br />
1 Kita kooperatif, punya semangat untuk berpartisipasi, mendukung keputusan team dan bisa menjadi pemain yang bagus bagi sebuah team, sering bekerja dengan orang lain dalam menangani pekerjasan.<br />
2 Share information (membagi informasi dengan orang lain).<br />
3 Kita punya harapan positif terhadap team, menggunakan istilah-istilah positif untuk membangkitkan semangat tim, menunjukkan respek pada orang lain.<br />
4 Kita bisa memberi dan menerima input yang positif demi kebaikan team<br />
5 Kita memberdayakan anggota lain yang masuk dalam tim agar bisa mencapai kinerja yang bagus.<br />
6 Kita termasuk orang yang bisa membangun team, bisa menciptakan iklim dalam team secara bersahabat, punya moral yang bagus dan punya pendekatan yang bagus dalam menjaga reputasi team di mata orang lain.<br />
7 Kita sudah punya kesanggupan dalam menangani konflik secara positif dan melahirkan efek yang positif dalam team.<br />
Sumber: Competence At Work, Model for Superior Performance, 1997</p>
<p>Ada satu catatan yang ingin saya kemukakan di sini. Sejauh ini, berbagai kajian yang serius mendalami hubungan antarmanusia, termasuk juga tim ini, ternyata memberikan skor atau skala yang paling tinggi terhadap kemampuan menangani konflik, friksi, atau perbedaan. Jadi, kalau kita sudah bisa menangani hal-hal seperti itu secara positif dan berdampak positif, atau minimalnya tidak sampai melahirkan kerusakan, maka kita tergolong orang yang punya kemampuan bagus.</p>
<p>Contoh yang bisa kita lihat misalnya kajian dari Microsof Education Centre.<br />
Di lembaga ini, kemampuan seseorang dalam menjalin hubungan dengan orang lain diawali dari penjelasan di bawah ini:</p>
<p>NO LEVEL DESKRIPSI<br />
01 Rendah Anda baru bisa berteman dengan orang lain, baru bisa menyenangkan orang lain, atau baru bisa bercakap-cakap dengan orang lain.<br />
02 Menengah Anda sudah sanggup membangun hubungan secara konstruktif berdasarkan bidang, punya hubungan yang bertahan lama, dan bisa menempatkan orang di tempatnya yang layak<br />
03 Atas Anda sudah bisa memberikan toleransi, bisa membangun diplomasi, bisa mencairkan ketegangan, bisa menebar kedamaian, dan bisa memperlakukan orang secara sabar dan penuh hormat<br />
04 Tinggi / Ahli Anda sudah sanggup membangun hubungan dengan bagus, bisa mengatasi konflik secara positif, dan bisa menangani &#8220;orang sulit&#8221; (trouble maker) secara efektif dan efisien.<br />
Untuk catatan, yang tergolong bisa disebut sebagai &#8220;orang sulit&#8221; adalah:<br />
orang yang selalu mengkritik, selalu mendebat, selalu ingin menguasai, selalu ingin menang sendiri, selalu ingin ikut campur, selalu protes, selalu bikin masalah, dan seterusnya. Menurut definisinya Paul B. Thornton, kolomnis The CEO Refresher, (2002), ciri-ciri orang sulit itu adalah:</p>
<p>- The aggressor: memaksakan kehendak, menggunakan bahasa yang kasar, otoriter, main pecat, dan semisalnya</p>
<p>- The victim: selalu menyalahkan orang lain, selalu ngomel karena merasa dirugikan orang lain, selalu menuding orang lain sebagai faktor kerugian, dan seterusnya.</p>
<p>- The rescuer: selalu ingin ikut campur, terlalu takut dibenci orang dan terlalu ingin dipuji orang, dan semisalnya.</p>
<p>Memang kalau menyimak kisah para nabi di zaman dulu, kehandalan beliau-beliau itu ditunjukkan melalui kecakapannya dalam mengubah / membalik antipati menjadi partisipasi. Ini mungkin level paling tinggi dalam skala hubungan antarmanusia. Para nabi itu tidak ditakdirkan merealisasikan visinya dengan lancar semudah membalik tangan. Mereka memiliki musuh dan juga pendukung. Mereka handal dalam bernegoisasi dan berkompromi. Lebih-lebih dalam membangun teamwork.</p>
<p>Kecakapan Umum Secara umum bisa dijelaskan bahwa untuk bisa terampil dalam bekerjasama dengan team, yang dibutuhkan adalah dua hal, yaitu: a) kecakapan menjalin hubungan dengan diri sendiri, dan b) kecakapan dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Kecakapan menjalin hubungan dengan diri sendiri menjadi kunci. Bentuk-bentuknya antara lain:</p>
<p>Pertama, memiliki penilaian yang akurat terhadap diri sendiri. Akurat di sini bukan hasil melainkan proses. Maksudnya, semakin akurat kita punya penilaian, semakin bagus permainan kita dalam team. Ini misalnya kita mengetahui dimana kita unggul dan dimana kita kurang unggul, dimana kita kurang, dan dimana orang lain lebih, apa yang sanggup kita lakukan (berdasarkan pengetahuan, pengalaman, dan prediksi) dan apa yang tidak sanggup kita lakukan.</p>
<p>Umumnya, ketika kita kurang akurat dalam menilai diri sendiri, bahaya yang kerap muncul adalah: antara minder atau over, antara maunya memimpin terus atau maunya di belakang terus, dan lain-lain. Baik minder atau over, dua-duanya sangat kurang dibutuhkan dalam team. Biarpun kita jago di bidang kita, namun kalau kitanya over, misalnya arogan, sok mahal, me-looking-down orang lain, atau yang lainnya, ini pasti kurang menghangatkan team.</p>
<p>Kedua, memiliki cara atau sistem pengelolaan emosi yang bagus. Ini juga proses. Orang yang punya kemampuan dalam mengelola emosinya secara bagus itu adalah orang yang punya perasaan positif terhadap dirinya (good self-worth) berdasarkan pengalaman personalnya secara faktual, bisa menggali motivasi dari dalam dirinya, bisa mengontrol emosinya supaya tidak sampai melahirkan tindakan yang kebablasan, bisa meresponi stressor dengan cara-cara yang tidak merusak diri sendiri, dan lain-lain. Biasanya, ketika kita kurang bagus dalam mengelola emosi, bahaya yang berpotensi muncul adalah: ngambekkan, suka nekad, frustasi, atau gampang cabut dari team.</p>
<p>Ketiga, memiliki kematangan spiritual. Ini, lagi-lagi, adalah proses.<br />
Kematangan spiritual yang dibutuhkan adalah: kemampuan membedakan sesuatu yang baik dan bermanfaat di antara sekian yang tidak baik dan yang tidak bermanfaat. Ini misalnya saja lebih memilih dialog secara fair ketimbang berdebat secara &#8220;kusir&#8221;, lebih menomersatukan visi bersama ketimbang pertahanan egoisme posisi, lebih memilih kebenaran universal ketimbangan kebenaran personal (benernya sendiri).</p>
<p>Itu adalah sebagian yang terkait dengan kecakapan intrapersonal (hubungan dengan diri sendiri). Sedangkan yang terkait dengan kecakapan interpersonal adalah, antara lain:</p>
<p>Pertama, punya kelihaian dalam menghormati orang, dari mulai level ucapan, sikap, dan sampai ke tindakan. Hubungan kita dengan tim akan terganggu kalau kita memiliki ucapan-ucapan yang tidak sopan, menyakitkan, atau melecehkan orang lain. Begitu juga dengan sikap. Karena itu, dikatakan bahwa ucapan yang bagus, sikap yang bagus atau tindakan yang bagus, adalah paspor yang berlaku untuk semua warga negara.</p>
<p>Kedua, memiliki komitmen yang kuat untuk menaati kesepakatan. Pelanggaran kita atas kesepakatan bersama dapat berpotensi menyusahkan orang banyak yang terlibat dalam team. Terkait dengan komitmen ini, kita kerap menjumpai ada prilaku sebagian kita yang membingungkan para malaikat. Bentuk prilaku yang membingungkan itu adalah, kita sedih atau bingung karena tidak ada job, tetapi ketika dikasih job, kita menjalankannya dengan komitmen yang asal-asalan. Bahkan dalam beberap kasus saya kerap menjumpai misalnya sebuah tim sedangan mengupayakan kerja keras untuk mendapatkan hasil (result), namun begitu hasil itu hampir didapatkannya, yang muncul adalah konflik atau tawar menawar yang hanya didasarkan pada kepentingan egoisme dan akhirnya gagal. Ini juga termasuk prilaku yang membingungkan para malaikat.</p>
<p>Ketiga, punya kematangan dalam menangani persoalan-persoalan yang muncul di luar skenario. Misalnya saja kita sudah berjanji akan menyelesaikan pekerjaan pada waktu dan standar yang telah ditetapkan. Tapi tiba-tiba ada kesulitan atau hambatan di tengah jalan. Kalau bicara &#8220;rasa&#8221; tentu pasti rasanya tidak enak. Nah, yang dibutuhkan dari kita sebetulnya bukan hanya merasakan itu, melainkan bagaimana kita menjelaskan persoalan yang sebenarnya dan mencari alternatif penyelesaiannya. Untuk menjelaskan hal-hal seperti ini dibutuhkan keterbukaan, kematangan dan keberanian. Yang kerap menyusahkan sebuah tim adalah ketika tidak ada penjelasan apa-apa dari kita, sementara pekerjaan yang ditugaskan ke kita juga terbengkalai.</p>
<p>Keempat, empati. Empati adalah kapasitas seseorang untuk bisa berbagi dengan yang lain yang disemangati oleh rasa kepedulian. Dalam sebuah tim, empati ini sangat penting. Bentuk-bentuk empati itu antara lain: memberikan masukan positif, memberikan pelayanan / memudahkan orang lain, mengembangkan orang lain, menjaga kesopanan dalam pergaulan, memahami aturan main yang berlaku, baik yang tertulis atau yang tidak tertulis, dan lain-lain. Di berbagai literatur dikatakan bahwa empati ini merupakan ciri khas paling menonjol orang-orang yang memiliki interpersonal yang bagus.</p>
<p>Kelima, kesediaan belajar untuk menjadi bijak (the wise). Seperti apa orang bijak itu? Orang bijak adalah orang yang bisa memilih keputusan atau tindakan positif atau yang berdampak positif untuk hal-hal yang sifatnya memilih atau pilihan (choice). Dalam sebuah team, ini adalah tuntutan yang sangat vital. Kenapa? Dalam sebuah team itu &#8216;kan pasti ada orang yang berbeda-beda.</p>
<p>Ketika menghadapi ini kita dikasih pilihan yang tak terbatas, misalnya: membenci, menyukai, mendiamkan, mengarahkan, melawan, dan lain-lain. Orang bijak akan memilih sikap, keputusan atau tindakan yang kira-kira berdampak positif pada hal-hal yang sifatnya pilihan itu. Tentu saja, untuk menjadi bijak ini tidak bisa langsung &#8220;jadi&#8221;. Pasti ada proses yang disebut pembelajaran. Pembelajaran di sini artinya kita mengubah prilaku kita ke arah yang lebih baik dari praktek yang kita jalankan.</p>
<p>Itulah sebagian dari sekian hal yang kita butuhkan dalam bekerjasama dengan team. Semoga bermanfaat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brickriver.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brickriver.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brickriver.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brickriver.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/brickriver.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/brickriver.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/brickriver.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/brickriver.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brickriver.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brickriver.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brickriver.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brickriver.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brickriver.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brickriver.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brickriver.wordpress.com&amp;blog=5213473&amp;post=30&amp;subd=brickriver&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brickriver.wordpress.com/2008/10/27/kerja-sama-atau-sama-sama-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3f0aaff2efea1be4f05859e56409d35d?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">brickriver</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Senior engineer vs Principal Engineer</title>
		<link>http://brickriver.wordpress.com/2008/10/21/senior-engineer-vs-principal-engineer/</link>
		<comments>http://brickriver.wordpress.com/2008/10/21/senior-engineer-vs-principal-engineer/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 13:45:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>UQ</dc:creator>
				<category><![CDATA[EPC Works]]></category>
		<category><![CDATA[EPC]]></category>
		<category><![CDATA[jenjang karir]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>
		<category><![CDATA[principal]]></category>
		<category><![CDATA[senior engineer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brickriver.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum baca artikel ini [sebuah pertanyaan penulis (Nickname:tukang insinyur) tentang jenjang prinsipal engineer dengan senior engineer (manajerial), di perusahaan EPC secara umum] baca dulu artikel dari kempungmelayu blog berikut. Jenjang Karir di EPC &#8211; a simple question Posted by: kampungmelayu &#8230; <a href="http://brickriver.wordpress.com/2008/10/21/senior-engineer-vs-principal-engineer/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brickriver.wordpress.com&amp;blog=5213473&amp;post=27&amp;subd=brickriver&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum baca artikel ini [sebuah pertanyaan penulis (Nickname:tukang insinyur) tentang jenjang prinsipal engineer dengan senior engineer (manajerial), di perusahaan EPC secara umum] baca dulu artikel dari <a href="http://kampungmelayu.wordpress.com/2007/10/05/karir-di-epc/">kempungmelayu</a> blog berikut.</p>
<p><strong>Jenjang Karir di EPC &#8211; a simple question</strong></p>
<p><em>Posted by: kampungmelayu on: October 12, 2008</em></p>
<p><em>Question by: Tukang Insinyur<br />
agustinus.uki@gmail.com | 203.14.176.189</em></p>
<p><em>Bos kalo dilihat jenjang karir di EPC ada dua yaitu spesialis dan manajerial….nah kalo dilihat dari jenjang pertama junior eng dst…pada posisi mana keduanya memisah satu ke manajerial dan satu ke spesialis….apa keduanya bisa overlap??…misal sebagai lead engineer sekaligus principal apa bisa seperti itu??</em></p>
<p><em>di posisi mana??apakah setelah posisi senior engineer??</em><span id="more-27"></span></p>
<p><em>Jawaban:</em></p>
<p><em>Mas Agustinus yth,</em></p>
<p><em>Secara umum seorang junior engineer baru bisa menjadi lead engineer jika telah menjalani satu siklus project dari awal sampai selesai, melibatkan E &#8211; Engineering, P &#8211; Procurement dan (kadang2 C &#8211; construction). Dan karena satu siklus project itu rata2 3 tahun, ya lead engineer biasanya minimum 3 years working experience. Memang ada beberapa perusahaan EPC yang fresh-grad + 6 bulan pengalaman telah jadi lead, namun menurut hemat saya ini sangat tidak sehat baik utk si engineer maupun perusahaan.</em></p>
<p><em>Principal adalah posisi spesialis. Posisi ini juga unik bisa beda2 setiap perusahaan. Perusahaan saya bekerja dulu, seorang prinsipal adalah ‘the last man’ yang mengapprove seluruh dokumen, jadi pengalamannya  tidak kurang dari 15-20 years. Sementara di salah satu perusahaan yg saya kenal (kebetulan salah satu engineering company di Jakarta yangberpusat di australia), 4 tahun exp sudah diberi jabatan jadi principal! (sebenernya ini cuma akal2an aja utk mendongkrak harga manrate karena manrate itu berbanding lurus dengan jabatan).</em></p>
<p><em>Apakah posisi tsb bisa di overlap (jadi principal kemudian jadi lead engineer)? ya bisa saja, tergantung kebutuhan. Namun yang pasti kedua posisi itu tidak boleh menyatu pada saat yang bersamaan, karena secara prinsip berbeda: prinsipal menjaga kualitas teknik secara profesi dan korporat / standar kualitas perusahaan harus dijaga, sementara lead lebih bertugas menjaga skedul, progress dan interface dengan disiplin lain.</em></p>
<p><em>Yang ideal menurut saya sbb: fresh grad, (setelah minimum 1 siklus EPC menjadi) lead engineer, (setelah minimum 3-4 EPC) menjadi senior engineer dan kemudian jika mau terus menjadi prinsipal (spesialis) atau Engineering Manager / Project Manager (manajerial).</em></p>
<p><em>demikian, semoga membantu</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brickriver.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brickriver.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brickriver.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brickriver.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/brickriver.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/brickriver.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/brickriver.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/brickriver.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brickriver.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brickriver.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brickriver.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brickriver.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brickriver.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brickriver.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brickriver.wordpress.com&amp;blog=5213473&amp;post=27&amp;subd=brickriver&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brickriver.wordpress.com/2008/10/21/senior-engineer-vs-principal-engineer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3f0aaff2efea1be4f05859e56409d35d?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">brickriver</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mechanical Engineer di EPC Company</title>
		<link>http://brickriver.wordpress.com/2008/10/18/mechanical-engineer-di-epc-company/</link>
		<comments>http://brickriver.wordpress.com/2008/10/18/mechanical-engineer-di-epc-company/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2008 02:38:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>UQ</dc:creator>
				<category><![CDATA[EPC Works]]></category>
		<category><![CDATA[cluster]]></category>
		<category><![CDATA[combustion]]></category>
		<category><![CDATA[EPC]]></category>
		<category><![CDATA[rotating]]></category>
		<category><![CDATA[static]]></category>
		<category><![CDATA[teknik mesin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brickriver.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Dulu sempat pertanyaan itu terlontarkan di benak saya, apa sih pekerjaan mechanical engineer di EPC company itu?Terus apa bedanya dengan Piping engineer, secara kebetulan memang kedua posisi ini memang banyak ditongkrongi oleh insinyur2 dari teknik mesin.Pada artikel ini saya berusaha &#8230; <a href="http://brickriver.wordpress.com/2008/10/18/mechanical-engineer-di-epc-company/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brickriver.wordpress.com&amp;blog=5213473&amp;post=19&amp;subd=brickriver&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu sempat pertanyaan itu terlontarkan di benak saya, apa sih pekerjaan mechanical engineer di EPC company itu?Terus apa bedanya dengan Piping engineer, secara kebetulan memang kedua posisi ini memang banyak ditongkrongi oleh insinyur2 dari teknik mesin.Pada artikel ini saya berusaha mendeskripsikan apa job description dari mechanical engineer di EPC berdasarkan pengamatan saya selama kurang lebih 6 bulan berkecimpung di dunia per EPC an.</p>
<p>Di perusahaan tempat saya bekerja MEchanical Engineer berada di bawah EPC Departement, <span id="more-19"></span>yaitu departement yang khusus bergelut di pekerjaan engineering, procurement dan construction. Sebelum ini mechanical engineer bekerja hanya sampai pada tahapan engineering saja, tetapi pada saat saya bergabung itu sudah diganti. Jadi tiap mechanical engineer musti ngerjain dari tahapan engineering, procurement sampai construction di site, system ini disebut juga dengan system cluster. Dmikian juga untuk Civil engineer, Piping engineer,Proses engineer, Instrument engineer dan electrical engineer. Jadi EPC departement membawahi 6 disiplin ilmu, tiap disiplin ilmu dipimpin satu manajer cluster, nha untuk satu departement EPC dipimpin oleh Vice president untuk EPC, kurang lebih seperti itu.</p>
<p>Pada cluster mechanical engineering pun masih dibagi lagi menjadi 3 spesialisasi, yaitu: Static equipment engineer, Rotating equipment, dan Combustion engineer. Nha ketiganya akan saya bahas berikut ini:</p>
<p>Jadi seperti apa yang sudah disampaikan diatas bahawa tiap mechanical engineer bertanggung jawab untuk pekerjaan engineering, procurement dan construction maka tiap 3 spesialisasi (static, rotating, combustion) juga demikian, jadi tiap engineer yang mengerjakan equipment itu bertanggung jawab dari desain sampai equipment itu dipasang, bahkan kadang berikut commisioning nya, yah walau nggak dikerjakan sendiri, dikerjakan bersama team&#8230;tetep aja berat huehuehuehue&#8230;Dari 3 spesialisasi tadi kurang lebih pekerjaannya sama, seperti sudah ditulis pada artikel <a href="http://brickriver.wordpress.com/2008/10/17/epc-company/">sebelumnya</a> bahwa pekerjaan di EPC adalah dari client mengeluarkan tender, sampai construction di site jika sudah sampai tahapan menang project.</p>
<p>Jadi untuk <strong>tahapan proposal</strong>:</p>
<ol>
<li>Mempelajari isi ITB (instruction to bidder) segala sesuatu yang diminta oleh client untuk membangun suatu plant, kondisi2 apa saja yang mesti diconsider</li>
<li>Setelah mempelajari isi ITB terkadang client menunjuk MAin contractor untuk membuat basic engineering, biasanya dia punya license untuk teknologi plant tersebut, atau jika kita main contractornya, kita sendiri yang bikin basic engineernya bareng2 sama disiplin lain (bisanya sih proses engineer yang paling besar peranannya di tahan basic engineer). Nah dari basic engineering ini kita breakdown equipment berdasarkan kategori equipmentnya (misal: vessel, heat exchanger, reactor, API pump, compressor package, dsb) lalu kita bikin spec di data sheet mechanicalnya (mechanical data sheet, mengacu pada standard equipment misal ASME, API dsb). Di tahap ini dilakukan perhitungan2 tapi nggak detail sekali, cum sebagai estimasi.</li>
<li>Setelah data sheet semua equipment siap, data sheet tersebut dilemparkan ke vendor (untuk tahap ini sudah masuk ke tahap komersial, seperti sudah saya utarakan untuk tahap engineering selesai di point no.2) untuk mendapatkan estimasi harga untuk equipment yang dimaksud, tentunya dengan menconsider ITB dan datasheet, vendor harus comply dengan spec yang kita minta, jika belum comply perlu dilakukan klarifikasi..sekaligus harga dinegosiasikan.</li>
<li>Setelah dapat harga vebdor, harga yang paling bagus di proposekan dalam proposal tender untuk di submit ke client.</li>
</ol>
<p><strong>Tahapan project:</strong></p>
<ol>
<li>Setelah diumumkan pemenang projectnya dan sudah dibagi scope kerjanya, dimulailah tahapan project. Pertama jika desain ada revisi kita harus ulangi tahapan seperti di proposal, tapi jika tidak, kita bisa undang vendor yang sudah ikut proposal untuk tender supply nya, sehingga didapatkan vendor dengan harga yang paling kompetitif, dan dipilih untuk supply equipment yang dimaksud.</li>
<li>Stelah didapatkan vendor yang akan mensuply, dilakukan vendor print check, yaitu checking terhadap penawaran/perhitungan vendor, sesuai dengan permintaan client.</li>
<li>Setelah semua spec sudah memenuhi dan disetujui oleh client, dilakukan fabrikasi leh vendor&#8230;dan tentunya checking juga dilakukan oleh QC untuk menjamin fabrikasi sesuai dengan spec yang dimaksud.</li>
<li>Setelah fabrikasi, barang dikirim ke site disini dilakukan expediting barang yang dikirim, sehingg barang bisa sampai ke site dan dilakukan konstruksi sesuai dengan schedule yang diharapkan</li>
<li>Setelah barang sampai ke site dilakukan konstruksi, disini engineer bertanggung jawab sebagai sepervisi untuk team konstruksi, terutama untuk masalah desain dan hubungan dengan vendor penyuplai.</li>
<li>Setelah konstrksi selesai, dan pre maupun commisoning selesai (tentu saja dengan nggak ada masalah), kontraktor bertanggung jawab sampai masa garansi selesai sesuai kontrak yang ada.</li>
</ol>
<p>Itu tadi urutan kerja yang dilakukan seorang mechanical engineer di EPC, kurang lebih. Untuk 3 spesialisasi (static, rotating dan combustion) apa saja yang menjadi scope pekerjaan 3 spesialisasi tersebut?</p>
<p><strong>Static equipment engineer:</strong></p>
<p>Bertanggung jawab untuk semua equipment static, meliputi tank, vessel, heat exchanger, reactor, silo, hopper, container, boiler package, dsb</p>
<p><strong>Rotating equipment engineer:</strong></p>
<p>Bertanggung jawab untuk semua equipment rotating, meliputi, pump, compresors, turbine, fan, blower, agitator, motor,conveyor, elevator,dsb</p>
<p><strong>Combustion engineer:</strong></p>
<p>Bertanggung jawab untuk semua yang berhubungan dengan combustion seperti: burner, furnace, combustion engine,dsb</p>
<p>Bisa disimpulkan seorang mechanical engineer bertanggung jawab untuk semua mechanical works yang dipelajari saat kuliah  di Teknik Mesin terutama. Hampir semua disiplin, static, rotating, combustion mengadopsi semua dasar ilmu Teknik Mesin, jadi penting disini penguasaan filosofi dasar dari mechanical terutama yang sudah diajarkan saat kuliah, jadi semua mata kuliah di sini mengambil peranan yang cukup besar: misal: <strong>ilmu material, mekanika fluida, termodinamika, pompa dan kompresor, eleman mesin, mechanical drawing, pembakaran, heat transfer,dsb</strong> walau di sini sudah mengarah ke aplikasi practicalnya, dan jangan lupa penguasaan manjemen project juga harus jalan, pendekatan dengan vendor, client dan team terutama mutlak diperlukan di sini. Karena engineer harus bisa pekerjaan dri engineering, procurement, dan constructionnya, yng selain dipusingkan dengan perhitungan desain juga dipusingkan dengan aspek2 social project: seperti pendekatan vendor, client maupun team sendiri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brickriver.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brickriver.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brickriver.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brickriver.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/brickriver.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/brickriver.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/brickriver.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/brickriver.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brickriver.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brickriver.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brickriver.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brickriver.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brickriver.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brickriver.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brickriver.wordpress.com&amp;blog=5213473&amp;post=19&amp;subd=brickriver&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brickriver.wordpress.com/2008/10/18/mechanical-engineer-di-epc-company/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3f0aaff2efea1be4f05859e56409d35d?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">brickriver</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EPC company</title>
		<link>http://brickriver.wordpress.com/2008/10/17/epc-company/</link>
		<comments>http://brickriver.wordpress.com/2008/10/17/epc-company/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 02:38:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>UQ</dc:creator>
				<category><![CDATA[EPC Works]]></category>
		<category><![CDATA[apa itu EPC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brickriver.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah artikel yang disadur dari: http://majarimagazine.com/ semoga bermanfaat: EPC ialah singkatan dari Engineering, Procurement, Construction. Terkadang ditambahkan Installation sehingga singkatannya menjadi EPCI (EPCI biasanya berkecimpung di offshore/platform). Terkadang juga ditambahkan C (menjadi EPCC) jika perusahaannya menggeluti bagian Commissioning (test unjuk &#8230; <a href="http://brickriver.wordpress.com/2008/10/17/epc-company/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brickriver.wordpress.com&amp;blog=5213473&amp;post=13&amp;subd=brickriver&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah artikel yang disadur dari: http://majarimagazine.com/</p>
<p>semoga bermanfaat:</p>
<p><strong>EPC ialah singkatan dari Engineering, Procurement, Construction.</strong> Terkadang ditambahkan Installation sehingga singkatannya menjadi EPCI (EPCI biasanya berkecimpung di offshore/platform). Terkadang juga ditambahkan C (menjadi EPCC) jika perusahaannya menggeluti bagian Commissioning (test unjuk kerja).</p>
<p>Dari singkatannya sudah jelas bahwa tugas dari EPC adalah untuk melakukan rekayasa (engineering) dari suatu plant, melakukan pembelian (procurement) barang-barang dan equipment yang terkait dan kemudian mendirikan/membangun (construction) plant tersebut. EPC terkadang disebut sebagai <strong>‘integrator</strong>’ karena EPC lah yang menjembatani dan mengkordinasikan seluruh bagian yang terkait dalam pembangunan suatu plant; mulai dari <strong>licensor </strong>(yang memiliki lisensi), <strong>vendor </strong>(yang menjual barang), shipper (yang mengirim barang), bahkan sampai <strong>operator </strong>(yang mengoperasikan plant).</p>
<p>Dalam prakteknya, suatu perusahaan EPC tidak harus melakukan E-P-C nya sekaligus,<span id="more-13"></span> bisa aja hanya salah satu atau salah duanya. Jadi sangat normal jika ada EPC yang hanya mengambil E-nya saja (bertindak sebagai konsultan engineering saja), E dan P atau malah C (hanya memasang saja) nya saja.</p>
<p>Untuk yang masih belum familiar, berikut ialah penjabaran satu persatu siklus pekerjaan di dalam EPC:</p>
<ol>
<li><strong> Owner mengumumkan </strong>rencana pendirian plant baru (misalkan: Pertamina ingin membangun kilang minyak dengan kapasitas 100ribu barel per day).</li>
<li><strong> Owner mengundang</strong> EPC Company yang berminat untuk menyampaikan profil perusahaan (fase Pra Kualifikasi).</li>
<li> Owner mengumumkan <strong>EPC Company yang lolos dari Pra Kualifikasi</strong> dan berhak mengikuti proses tender EPC dan melakukan proses Invitation To Bid (ITB).</li>
<li><strong> EPC Company yang lolos mengambil dokumen</strong> tender dari Owner dan mendapat penjelasan tentang rule-of-the game.</li>
<li> Dalam rentang tertentu, <strong>EPC Company tersebut menyampaikan proposal teknis</strong> dan rencana bagaimana merancang, membeli, dan mengkonstruksi.</li>
<li> Jika lolos, maka <strong>EPC Company harus menyampaikan proposal komersial</strong> (berapa estimasi ongkos dan harga pembangunan plant tersebut).</li>
<li> Siapa yang terbaik (belum tentu termurah) akan <strong>ditentukan sebagai pemenang</strong> tender.</li>
<li> Jika menang, maka <strong>Owner akan menyerahkan project tersebut</strong> ke EPC Company terpilih dengan kesepakatan harga yang di point 6 (masih dimungkinkan untuk bernegosiasi) sesuai dengan kualifikasi teknis dan rencana/waktu di point 5 (juga negotiable).</li>
<li> EPC Company yang memenangkan tender <strong>mulai mengerjakan proses E-P-C nya yang jauh lebih mendetai</strong>l daripada saat proposal tadi. Jika dalam proses detailing, EPC Company tersebut mampu berhemat maka profit tentunya akan bertambah (dari perkiraan saat proposal).</li>
</ol>
<p>Berikut ini sedikit nama-nama EPC Company yang beroperasi (memiliki kantor) di Indonesia, juga sedikit backgroundnya. Sebagian besar di Jakarta tentunya. Berikut daftar yang diurutkan secara alfabetik:</p>
<ol>
<li> <strong>AMEC Berca</strong>. Memiliki headquarter di UK. Perusahaan ini di Indonesia joint-venture dengan grup Berca (grup Murdaya). Project mereka saat ini banyak untuk TotalFinaElf (d/h Total Indonesie).</li>
<li> <strong>Bechtel Indonesia</strong>. Dulu memakai nama PT Purna Bina Indonesia.</li>
<li> <strong>Citra Panji Manunggal</strong>. Local EPC dengan spesial di pipeline dan Stations.</li>
<li> <strong>Inti Karya Persada Teknik</strong>. Secara ‘tradisi’ IKPT adalah ‘raja’nya LNG. Ini dikarenakan IKPT menerima banyak repeat order untuk Train-train LNG PT Badak. IKPT adalah salah satu anak perusahaan dari grupnya Bob Hassan. Salah satu project mereka yang cukup besar adalah Ujung Pangkah Amerada Hess.</li>
<li> <strong>Kellog Brown and Root (KBR Indonesia)</strong>. Adalah ‘branch’ KBR (giant group di bawah Halliburton) di Jakarta. Di South East Asia pusatnya di Singapore. Kalau tidak salah, KBR Jakarta mengerjakan banyak sub project baik dibawah KBR Singapore maupun Houston. Reputasi KBR di LNG (baik liquefaction maupun terminal) sudah tidak perlu diragukan lagi. In fact KBR ’sangat dekat’ dengan IKPT.</li>
<li> <strong>McDermott</strong>. McDermott perusahaan EPCI yang cukup memimpin dengan spesialisasinya di bidang manufacturing and service. Memiliki proyek yang umumnya merupakan industri energi dan pembangkit listrik. McDermott beroperasi di 23 negara dan memiliki lebih dari 20.000 karyawan.</li>
<li> <strong>Rekayasa Industri</strong>. Secara struktur sebenarnya berada di holding PT Pupuk Sriwijaya dan memang traditionally dikenal sebagaia ‘raja’ dan ’spesialis’ seluruh EPC fertilizer di Indonesia. Saat ini cukup expansif termasuk ‘menyerbu’ proyek proyek migas dan bio-diesel.</li>
<li> <strong>Saipem Indonesia</strong>. Berada di bawah grup ENI International (Italy) dan yang ada di Jakarta adalah hasil merger dengan Sofresid. Grup mereka berspesialis di platform dan offshore.</li>
<li> <strong>Technip Indonesia</strong>. Untuk South Eas Asia, Technip berpusat di Kuala Lumpur. Sebagai raksasa EPC dunia berbasis di Paris, Technip mengerjakan project-project di seluruh dunia mulai dari migas dan infrastructure.</li>
<li> <strong>Tripatra</strong>. Dikenal sebagai perintis EPC di bidang migas, mendahului EPC lain di Indonesia termasuk mengerjakan giant NSO MobilOil dan jejak kaki mereka di Caltex sangat impresif. Tripatra didirikan oleh Pak Iman Taufik (perintis industri migas dan pendiri Guna Nusa). Tripatra sempat ‘terpuruk’ namun saat ini dikabarkan sedang bangkit lagi (suntikan dana luar?) termasuk mendapatkan mega project di Amerada Hess.</li>
<li> <strong>WorleyParsons</strong>. Di Indonesia berbendera CeriaWorley. WorleyParsons adalah spesialis engineering dan sudah berkaliber internasional dan menangani mulai dari mining (core bisnis mereka di Australia) sampai infrastructure.</li>
</ol>
<p>Note:<br />
Jika EPC bermodal asing tidak dihitung, big-three dari EPC lokal di Indonesia (sekali lagi secara alfabetik) adalah <strong>IKPT</strong>, <strong>Rekayasa Industri</strong>, dan <strong>Tripatra</strong>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brickriver.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brickriver.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brickriver.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brickriver.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/brickriver.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/brickriver.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/brickriver.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/brickriver.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brickriver.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brickriver.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brickriver.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brickriver.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brickriver.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brickriver.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brickriver.wordpress.com&amp;blog=5213473&amp;post=13&amp;subd=brickriver&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brickriver.wordpress.com/2008/10/17/epc-company/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3f0aaff2efea1be4f05859e56409d35d?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">brickriver</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
